Bunga Men-Theleng
Dalam seminggu ini, pakde Wardoyo (Djogja) sms tentang Kembang Teleng..
Wah, ternyata keberadaannya skrg cukup langka. Tapi pagi tadi selepas nganter si Alief berangkat sekolah, 'ujug-ujug' di kampung sebelah saya liat ada 1 gerumbulan tanaman teleng di depan rumah orang..nah, awas besok Sabtu mau nodong bijinya, aah...
Ini petikan artikel ttg TELENG ;
Daun kembang teleng bisa mempercepat pematangan bisul. Pada bunga, terdapat delphinidin 3,3',5', triglucoside, dan fenol. Sedangkan, untuk seluruh akarnya mengandung zat racun yang bersifat laxative (pencahar), diuretik, perangsang muntah, dan pembersih darah. Bijinya pun bermanfaat untuk obat cacing dan pencahar ringan.
Bila mata memerah karena radang, digunakan obat dari rendaman bunga birunya. Tunggu hingga air menjadi biru, lalu gunakan untuk mencuci mata.
Bunga yang ditumbuk dan ditambahi gula jawa bisa juga digunakan untuk mengobati bisul atau abses sebagai obat urapan. Obat lain untuk penyakit abses atau bisul juga bisa memanfaatkan urapan daun yang ditumbuk halus ditambahi garam. Saringan lumatan daun itu pun dapat diusapkan hangat-hangat di sekitar telinga bila terjadi sakit telinga. Selain itu, air godokan kembang teleng putih juga punya manfaat yang sama untuk mematangkan abses dan bisul.
Akarnya pun dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit. Dengan meminum air godokan akar kembang teleng dapat membantu menghilangkan dahak pada bronkhitis kronis, menurunkan demam, serta iritasi kandung kemih dan saluran kencing...
